Miya Innayesha Seorang penulis dan blogger asli lamongan tanpa basa basi wkwkwkwkkw

Cerita KKN Desa Penari Fakta Dan Kejanggalan Yang Ada

3 min read

kkn desa penari fakta

Viral – Cerita KKN Desa Penari Fakta Dan Kejanggalan Yang Ada, emang cerita misteri di Indonesia ini gak ada matinya, apalagi yang berbau kenyataan gitu ya gaes. Yang lagi rame ya cerita ini, KKN Desa Penari. Dimana cerita dari twitter ini mendapatkan banyak sekali retweet.

Sampai viral di facebook dan beberapa medsos lainnya. Seperti apa ceritanya sih, silahkan baca dua versinya disini :

SEtelah kalian membaca cukup lama cerita misteri tersebut saya akan ngebahas tentang fakta dan kejanggalan yang ada pada cerita tersebut. SEperti apa sih, simak berikut ini, dilansir dari beberapa sumber :

Fakta dan Kejanggalan KKN Desa Penari

Fakta – Fakta Pada Cerita KKN Desa Penari

Sebuah cerita berjudul ‘KKN di Desa Penari’ viral diperbincangkan di social media. Cerita itu mengisahkan kejadian horor yang dialami beberapa orang remaja saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN).

Cerita ‘KKN di Desa Penari’ pertama kali diceritakan oleh pemilik akun Twitter @SimpleM81378523. Ia menyatakan bahwa kejadian tersebut tak langsung dialami dirinya, melainkan seseorang bernama Widya.

  • Akun Anonim

Penulis cerita ‘KKN di Desa Penari’ merupakan anonim dengan nama ‘SimpleMan’. Cerita itu pun sudah mendapat retweet hingga 11 ribu kali.

  • Kejadian Tahun 2009

Dalam cerita disebutkan bahwa peristiwa horor ‘KKN di Desa Penari’ terjadi pada 2009. Kala itu, Widya tengah menyelesaikan salah satu syarat untuk skripsi, yakni KKN.

  • Diikuti 14 Orang

Awalnya cerita menyebutkan bahwa yang mengikuti KKN di Desa Penari berjumlah 6 orang. Namun kemudian penulis meralat jumlah menjadi 14 orang karena ingin memfokuskan pada cerita.

  • Ada 6 Orang yang Terlibat

Dari 14 orang yang mengikuti KKN di Desa Penari, penulis memfokuskan cerita pada 6 orang. Pasalnya, keenam orang tersebut saling terlibat, yaitu Widya, Nur, Ayu, Wahyu, Bima, dan Anton.

  • Dua Versi Tulisan

Sang penulis cerita KKN di Desa Penari membagikan dua versi cerita. Pertama berdasarkan sudut pandang Widya dan kedua oleh Nur.

  • Ditulis Selama 11 Hari

Kisah ‘KKN di Desa Penari’ ditulis selama 11 hari, yakni sejak 24 Juni 2019 hingga 5 Juli 2019 untuk versi sudut pandang Widya. Sedangkan untuk sudut pandang Nur ditulis selama 5 hari, mulai 20 Juli hingga 25 Juli.

  • Lokasi

Banyak netizen yang berspekulasi mengenai lokasi KKN di Desa Penari itu di mana. Sementara penulis hanya memberikan petunjuk dengan nama kota ‘B’ di bagian Jawa Timur.

  • Sang Penari

KKN di Desa Penari menceritakan Widya yang diikuti oleh seorang penunggu desa. Belakangan diketahui, penunggu yang dimaksud adalah seorang penari.

  • Dua Orang Tewas

Penulis menceritakan bahwa Ayu dan Bima tewas setelah menjalani KKN di Desa Penari. Pasalnya, mereka berdua melanggar aturan untuk tak melewati batas yang ditentukan.

  • Pesan Moral

Akhir cerita dari KKN di Desa Penari memberikan pesan moral kepada masyarakat untuk harus menjaga tata krama di mana pun berada serta untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain.

  • Dibahas Raditya Dika

Cerita ‘KKN di Desa Penari’ juga ikut dibahas oleh YouTuber Raditya Dika. Bahkan tayangan tersebut sudah ditonton oleh lebih dari 2 juta orang.

Kejanggalan Cerita KKN Desa Penari

1. Lokasi Misterius

Sumber: google.com

Sebuah akun Facebook dengan nama akun Eko Bambang Visianto, menuliskan sebuah post yang cukup panjang menjelaskan pengamatannya tentang berita yang sedang buzzing ini. Hal pertama yang ia komentari adalah tempat asal terjadinya “kisah nyata” ini yang diselimuti oleh berbagai inisial dan petunjuk. “Kota B” yang disebutkan dalam cerita kemungkinan besar adalah Kota Banyuwangi, yang berada di Jawa Timur yang memang lekat dengan budaya magis.

2. Kebetulan Antara Lokasi dan Informasi Umum

Eko mengatakan bahwa hal yang dijadikan tema umum dalam kisah ini terlalu berhubungan dengan sejarah kota Banyuwangi tersebut. Dalam postingannya, disebutkan bahwa kota Banyuwangi terkenal dengan reputasi supernaturalnya. Kota Banyuwangi terkenal dengan Santetnya dan bahkan ada istilah “Hati-hati sama orang Banyuwangi”. Terlebih lagi, ada jenis tarian magis yang terkenal di Banyuwangi yang bernama “Tari Seblang” di mana seorang penari bisa terus menari selama berjam-jam hingga berhari-hari tanpa berhenti.

3. Kejanggalan Jarak

Kejanggalan selanjutnya terletak pada jarak dalam kisah yang diceritakan. Cerita KKN di Desa Penari menyebutkan bahwa para karakter pergi dari kota S (Surabaya) ke kota B (Banyuwangi) selama 4 jam. Menurut Eko, hal ini mustahil dilakukan pada tahun 2009 yang lalu karena pada waktu itu belum ada ruas jalan tol Pandaan – Probolinggo. Menurut Eko, Sebelum tol tersebut selesai dibangun, perjalanan dari Surabaya ke Jember memakan waktu selama 5 jam dan 3 jam lainnya untuk bisa sampai ke Banyuwangi.

4. Moda Transportasi

Dalam cerita, dikatakan bahwa “Desa W” terletak di tengah hutan yang tidak bisa dilalui mobil dan hanya bisa menggunakan motor. Hal ini dibantahkan oleh Eko yang mengatakan bahwa Banyuwangi sebagai lumbung padi Jawa Timur adalah salah satu kabupaten termakmur di Indonesia, sehingga mustahil rasanya jika masih ada desa yang aksesnya sesulit itu.

5. Makna Kata Sinden

Dalam KBBI, kata Sinden berarti “penyanyi wanita pada seni gamelan atau dalam pertunjukan wayang”. Dalam kisah KKN di Desa Penari, kata ini digunakan untuk menggambarkan tempat mandi luar rumah. Secara tradisional, nama tempat ini sejatinya bernama Embung atau Sendang.

6. Eksistensi Sang Penari

“Sang Penari” menjadi sebuah tokoh yang cukup sentral pada kisah horor ini. Sang penari ini digambarkan tampak menyambut para tokoh yang terlibat dalam cerita ini ketika mereka akan sampai ke desa misterius itu. Pada kenyataannya, memang ada sebuah patung penari cantik yang akan menyambutmu jika kamu berkunjung ke kota Banyuwangi.

Miya Innayesha Seorang penulis dan blogger asli lamongan tanpa basa basi wkwkwkwkkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *